Surat Abu Bakar Ash Shiddiq Kepada Yazid bin Abi Sufyan

24 Mei 2012

KHALIFAH Abu Bakar memberangkatkan Yazid bin Abi Sufyan ke Syam. Abu Bakar memberinya kekuasaan terhadap hal yang disia-siakan oleh anak pamannya, Khalid bin Sa’id bin Ash.
Abu Bakar Ash Shiddiq memberinya pesan, “Wahai Yazid, aku memberimu kekuasa­an untuk, anggap saja untuk menguji keimananmu. Jika engkau baik, aku akan menambahi. Jika jelek, aku akan memecat­mu. Engkau harus bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya, Allah mengetahui apa yang ada dalam batinmu, sebagaimana Allah meli­hat apa yang tampak dari luar. Orang yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang paling banyak menyerahkan urusan kepada-Nya. Orang yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang paling banyak mendekat kepada-Nya dengan amalnya. Aku telah memberimu wewenang terhadap pekerjaan Khalid bin Sa’id bin Ash.
  • Jauhilah sikap sombong, seperti kesombongan orang-orang jahiliah. Sesungguhnya, Allah membencinya dan membenci pelakunya. 
  • Jika engkau menemui tentaramu, bersikap baiklah kepada mereka. Mulailah mereka dengan sikap yang baik dan berilah mereka janji yang baik.
  • Jika engkau memberi nasihat kepada mereka, gunakan kalimat ringkas. Sesungguhnya, banyak bi­cara membuat kita lupa sebagian.
  • Perbaikilah dirimu niscaya orang-orang akan berbuat baik untukmu.
  • Dirikan shalat pada waktunya dengan menyempurnakan rukuk dan sujud, serta khusyuk di dalamnya.
  • Jika datang kepadamu utusan-utusan mu­suhmu, muliakanlah mereka. Jangan terlalu lama engkau biar­kan mereka berada bersamamu sehingga ketika keluar dari markasmu dia tidak tahu keadaan pasukanmu.
  • Janganlah engkau lam­bat sehingga mereka melihat celah kekurangan­mu dan menge­tahui taktikmu. Tahanlah untuk berbicara dengan mere­ka.
  • Jadilah engkau orang yang mengontrol ucapan mereka. Jangan engkau jadikan rahasiamu sebagai hal yang tampak se­hingga keadaanmu menjadi bercampur-aduk.
  • Jika eng­kau me­minta pendapat, jujurlah dalam berbicara, dirimu akan jujur dalam bermusyawarah. Janganlah engkau menyembunyikan kabarmu terhadap orang yang memberi pendapat, engkau akan diberi sesuai dengan yang ada pada dirimu.
  • Menyamarlah pada waktu malam di hadapan teman-te­manmu niscaya engkau akan mengetahui berita mereka. Semua tabir penghalang akan terkuak.
  • Perbanyaklah orang yang men­jagamu, sebarlah di markasmu. Banyaklah membuat kejutan da­lam penjagaan mereka tanpa mereka ketahui. Siapa yang eng­kau temukan lalai dalam penjagaannya, perbaikilah etikanya, hukumlah dengan tidak melebihi batas. Jadikanlah mereka saling bergiliran pada waktu malam. Jadikanlah giliran pertama lebih banyak daripada giliran terakhir, sebab yang pertama lebih mudah karena dekat dengan siang.
  • Jangan takut menghukum orang yang berhak dihukum; jangan terlalu keras kepala dalam menghukum; jangan pula cepat-cepat menghukum; jangan takut menjatuhkan hukuman; jangan lalai mengurusi penghuni markasmu sehingga engkau bisa membuatnya binasa. Janganlah engkau menahan mereka sehingga dirimu membuat mereka malu. Janganlah mengungkap rahasia mereka, cukuplah de­ngan apa yang tampak pada mereka.
  • Janganlah engkau bergaul dengan orang-orang yang berbuat tidak berguna, temanilah orang yang jujur dan menepati janji.
  • Tepatilah pertemuan, janganlah men­jadi penakut sehingga orang-orang akan menjadi penakut.
  • Jauhilah sifat khianat sebab berkhianat mendekatkan diri pada kefakiran dan menjauhkan diri dari kemenangan. Kalian akan menemukan kaum yang menahan diri mereka di dalam tempat-tempat ibadah. Biarkanlah mereka untuk tetap ibadah di sana.

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق