Fathimah Binti Qais (Istri Usamah Bin Zaid)

17 Mei 2012

Perjalanan Hidup Fathimah binti Qais

Fathimah binti Qais adalah seorang wanita quraisy dari kalangan terpandang, dan beliau juga termasuk di antara wanita-wanita yang hijrah pada gelombang pertama. Beliau adalah orang yang pintar dan cantik.
 
Pada suatu saat ada seorang sahabat rasul mengatakan bahwa Abu Amru bin Hafsh ibnul Mughirah pergi bersama Ali bin Abi Thalib ke Yaman, ia mengutus seseorang untuk menjatuhkan talak satu kali lagi pada istrinya yaitu Fathimah binti Qais. 
 
Dengan talaq 3 yang di jatuhkan oleh suaminya berarti sama saja dengan bercerai sebanyak 3 kali,perasaan Fathimah campur aduk antara sedih dan marah, maka ketika Abu Amru mengiriminya gandum untuk persediaan makanan, Fathimah mengucapkan kata-katanya dengan perasaan yang meluap-luap. Mendengar hal tersebut Abu Amru juga tersinggung dan beliau berkata,” Demi Allah engkau tidak akan mendapatkan apa-apa lagi dariku.”
 
Fathimah binti Qais termenung, kini ia tidak punya tempat tinggal dan tak punya suami yang melindunginya dan memberinya nafkah. Tetapi ia masih punya Rasulullah Saw,maka kepada beliaulah Fathimah datang dan mengadu. Rasulullah berkata dengan penuh iba,”Wahai Fathimah, seorang istri yang telah di jatuhkan talak 3, tidak bisa mendapat biaya hidup lagi dari suaminya, kecuali bila sang suami memberinya dengan kerelaan hati.”
 
Fathimah terdiam,tetapi Rasulullah tidak tinggal diam melihat nasib yang di alami umatnya itu. Rasulullah pun mengupayakan agar Fathimah dapat menumpang sementara di rumah salah seorang sahabatnya. Rasulullah berkata,”wahai Fathimah engkau dapat menjalani masa iddahmu ( Masa iddah adalah masa menunggu bagi seorang wanita yang baru saja menjanda untuk mengetahui apakah ia hamil atau tidak dari suaminya yang baru saja meninggalkan dia itu.) di rumah keluarga Ibnu Ummu Maktum. Dia laki-laki buta sehingga engkau bisa membuka kerudungmu.”
 
Di masa iddahnya,fathimah di lamar oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm bin Hudzaifah. Setelah masa iddahnya selesai ia mendatangi Rasulullah dan berkata,”ya Rasulullah aku dilamar Muawiyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm bin Hudzaifah.” Lalu rasulullah memberi nasihat kepada Fathimah,”Muawiyah itu miskin dan tidak berharta, sedangkan Abu Jahm selalu berpergian. Aku khawatir kamu tidak bisa berbahagia dengan salah satu dari mereka. Maka menikahlah dengan Usamah.”
 
Akhirnya setelah masa iddahnya selesai beliau menikah dengan Usamah bin Zaid, beliau adalah kesayangan rasul karna ia putra dari 2 mantan budaknya, Ummu Aiman dan Zaid bin Haritsah, dan Rasulullah bersabda,”Sungguh, Usamah bin Zaid adalah manusia yang paling aku sayangi, dan aku berharap kiranya ia akan termasuk orang-orang shalih di antara kalian dan terimalah nasihatnya yang baik.”

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق