Menyusui Orang Dewasa

18 Mei 2012

Imam An-Nasa'i rahimahullah meriwayatkan pada bab Menyusui orang dewasa:

أخبرنا يونس بن عبد الأعلى قال حدثنا بن وهب قال أخبرني مخرمة بن بكير عن أبيه قال سمعت حميد بن نافع يقول سمعت زينب بنت أبي سلمة تقول سمعت عائشة زوج النبي صلى الله عليه و سلم تقول جاءت سهلة بنت سهيل إلى نبي الله صلى الله عليه و سلم فقالت يا رسول الله إني لأرى في وجه أبي حذيفة من دخول سالم علي قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أرضعيه قلت إنه ذو لحية فقال أرضعيه يذهب ما في وجه أبي حذيفة قالت والله ما عرفته في وجه أبي حذيفة بعد
 
"Telah menceritakan kepada kami Yunus bin 'Abdil A'la, ia berkata : "Telah menceritakan kepada kami ibnu Wahb, ia berkata : "Telah menceritakan kepada kami Mukhramah bin Bukair, ia berkata : "Aku mendengar Humaid bin Nafi' mengatakan : "Aku mendengar Zainab binti Abi Salamah mengatakan : "Aku mendengar 'Aisyah radhiyallaahu 'anha istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam mengatakan :

"Sahlah binti Suhail datang kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, lalu ia berkata : "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku melihat kebencian pada wajah Abu Hudzaifah (yaitu suaminya) karena Salim masuk kerumahku."
Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Susuilah Salim."
Sahlah berkata : "Sesungguhnya Salim sudah memiliki janggut (sudah dewasa)."

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tetap bersada : "Susuilah dia dan itu akan menghilangkan kebencian di wajah Abu Hudzaifah."

Setelah itu Sahlah berkata : "Demi Allah, setelah itu, aku tidak lagi melihat kebencian di wajah Abu Hudzaifah." (Sunan Al-Kubra imam An-Nasa'i rahimahullah 3/304 no.5479)

Hadits ini adalah shahih, dan diriwayatkan pula oleh imam Muslim rahimahullah dalam kitab Shahih-nya (2/1076 no.1453) dengan lafazh yang sedikit berbeda.

Ibnu Qutaibah rahimahullah mengatakan dalam At-Ta'wil (hal 569) : "Dan kami mengatakan bahwa sesungguhnya hadits ini adalah shahih."
Ibnul-'Arabi al-Maliki rahimahullah juga men-shahih-kannya dalam Ahkam Al-Quran (1/482).

Syaikh Al-Albani rahimahullah juga men-shahih-kannya dalam Shahih Sunan An-Nasa'i.

Sedangkan berkenaan dengan sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Susuilah...", maka ibnu 'Qutaibah rahimahullah mengatakan :

فقال لها أرضعيه ولم يرد ضعي ثديك في فيه كما يفعل بالأطفال ولكن أراد احلبي له من لبنك شيئا ثم ادفعيه إليه ليشربه ليس يجوز غير هذا لأنه لا يحل لسالم أن ينظر إلى ثدييها
 
"Maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya :"Susuilah ia" namun Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak bermaksud : "Letakkan payudaramu dimulutnya." 

sebagaimana kepada anak2. Akan tetapi yang beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam maksud adalah keluarkanlah dari payudaramu lalu simpan dalam bejana agar ia dapat meminumnya.Tidak dibolehkan selain dengan cara seperti ini sebab tidak halal bagi Salim radhiyallaahu 'anhu untuk melihat payudara Sahlah radhiyallaahu 'anha."(At-Ta'wil hal. 573)

Begitupula ibnu Abdil Barr rahimahullah mengatakan :
 

يحلب له اللبن ويسقاه وأما أن تلقمه المرأة ثديها كما تصنع بالطفل فلا لأن ذلك لا يحل عند جماعة العلماء

"Dikeluarkan air susu itu untuknya, kemudian baru ia meminumnya. Adapun meminumnya langsung dari payudara si wanita seperti yang dilakukan oleh anak-anak, maka itu tidak boleh sebab hal seperti itu tidak dihalalkan oleh para ulama." (At-Tamhid 8/257)

Begitupula imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
 
 قال القاضي : لعلها حلبته ثم شربه من غير أن يمس ثديها ولا التقت بشرتاهما ، وهذا الذي قاله القاضي حس

"Al-Qadhi mengatakan: "(Yaitu) si wanita terlebih dahulu mengeluarkan air susunya, kemudian baru diminum oleh si laki2 tanpa menyentuh payudaranya......."(Al-Minhaj 10/47)

Wallaahu a'lam.

1 komentar:

Bambang Priyono mengatakan...

Enak,yah. Masuk rumah orang, suaminya marah. Istrinya kasih minum susu dari payudaranya. Opo tumon?

Poskan Komentar

ترك التعليق