Abu Abdillah Al-Arqam Bin Abi Al-Arqam

14 Mei 2012

bu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ( الأرقم بن أبي الأرقم‎) lahir pada tahun 673 Masehi. Beliau adalah seorang pengusaha yang berpengaruh dari suku Makhzum dari kota Mekkah. Dalam sejarah Islam, dia orang ketujuh dari As-Sabiqun al-Awwalun. Rumahnya berlokasi di bukit Safa, di tempat inilah para pengikut Muhammad belajar tentang Islam. Sebelumnya rumah al-Arqam ini disebut Dar al-Arqam (rumah Al-Arqam) dan setelah dia memeluk Islam akhirnya disebut Dar al-Islam (Rumah Islam). Dari rumah inilah madrasah pertama kali ada. Al-Arqam juga ikut hijrah bersama dengan Muhammad ke Madinah. Beliau wafat pada tahun 675 masehi
PERAN ABU ABDILLAH AL ARQAM DALAM PENYEBARAN ISLAM

Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam adalah termasuk sahabat Nabi yang pertama-tama masuk Islam. Dia adalah seorang pengusaha yang cukup berpengaruh, berasal dari suku Makhzum dari kota Mekkah. Pada awal penyebaran Islam, Rosulullah Saw masih menyebarkan agama secara sembunyi-sembunyi. Muhammad mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi para pemeluk Islam dapat berkumpul bersama. Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya. Pada akhirnya Muhammad memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapa pun dari kalangan orang-orang kafir. 
 
Rumah milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Muhammad Rasulallah Saw. Beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan disana. . Akhirnya rumah Al-Arqam yang sebelumnya disebut Dar al-Arqam (rumah Al-Arqam), setelah dia memeluk Islam  disebut dengan Dar al-Islam (Rumah Islam)


DIPILIHNYA RUMAH ARQAM SEBEGAI SARANA DAKWAH AWAL ISLAM

rumahnya tersebut berada di pinggiran kota Mekkah, di Bukit Safa. Dan dapat kita bayangkan hiruk pikuknya kota Mekkah yang merupakan kota suci tujuan sentral peziarah agama samawi , sekaligus sebagai salah satu kota transit perdagangan kafilah-kafilah, tentunya kecil kemungkinan orang-orang akan memperhatikan siapa dan apa yang dilakukan orang lain.
Dengan fakta seperti ini, maka dengan menggunakan kediaman Arqam bin abil Arqam tentunya akan sangat menguntungkan dalam menyebarkan dakwah awal secara sembunyi-sembunyi. Pergerakan yang dilakukan di rumahnya tidak akan mudah dicurigai oleh masyarakat, karena orang-orang tentunya tidak menyangka adanya keterkaitan Rasulullah dengan sahabat yang satu ini.
Mungkin ini merupakan sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari sahabat Rasulullah yang satu ini. Ia merupakan salah satu orang penting dalam proses pergerakan, namun ia tidak memerlukan sebuah ketenaran. Perannya penting, namun tidak mengharapkan pujian. Seorang penyokong utama sebuah keberhasilan dakwah, namun riwayat hidupnya tidak tersampaikan oleh sejarah. Sungguh sebuah kerja besar yang ikhlas.

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق