An-Nu’man Bin Muqrin al-Mazani

24 Mei 2012

Nama Lengkapnya Nu’man bin Muqrin bin’Aidz Al-Muzni, biasa dipanggil Abu Amr. Ia mempunyai sebelas saudara, dan semuanya masuk Islam.

Sa’ad bin Abi Waqqash pernah menugasinya — atas instruksi dari Umar — untuk memerangi Harmudzan, raja Persia. Ia bergerak dari Kufah menuju wilayah Ahwaz dan memerangi Harmudzan. Setelah itu, ia bergerak menuju Tastar dan menaklukkannya. Ia kembali ke Madinah dengan membawa berita gembira tentang kemenangan pasukan kaum muslimin dalam perang Al-Qadisiyah.

Suatu hari, Umar bin Khattab masuk ke dalam masjid Nabawi dan mendapati Nu’man sedang shalat. Umar lalu duduk di sampingnya dan menunggunya sampai selesai shalat. Seusai shalat, Umar mengatakan, ” Aku akan menugaskanmu lagi?” “Kalau menjadi kolektor pajak aku tidak ma, tapi kalau sebagai panglima perang aku terima”, jawab Nu’man. “Aku akan menugaskanmu sebagai panglima perang”, kata Umar. Pada saat itu, tersiar kabar penduduk Isfahan, Hamadan, Ray, Azerbaizan, dan Nahrawand telah berkumpul dan bersatu kembali. Umar sangat cemas mendengar berita tersebut, lalu ia mengangkat Nu’man untuk menumpas mereka.

Nu’man pun berangkat menuju kufah dan mempersiapkan pasukan. Ia bersama pasukannya menyerang wilayah Isfahan dan akhirnya wilayah ini berhasil ditaklukkan. Lalu ia bersama pasukannya bergerak menuju wilayah Nahrawand, namun ia gugur dalam pertempuran ini tahun 21 H.

Tatkala Nu’man sampai di Nahrawand, ia bermunajat dan berkata, “Ya Allah, anugrahilah Nu’man kesyahidan dengan pertolongan pasukan kaum muslimin dan berikanlah mereka kemenangan dalam pertempuran ini”. Pasukan kaum muslimin mengamini doa yang dipanjatkannya tersebut, lalu ia mengatakan kepada para pasukannya, “Jika panji ini robek menjadi tiga bagian, maka hendaklah kalian membawa robekan yang ketiga”. Pasukan kaum muslimin pun menyerang pasukan musuh hingga akhirnya doa Nu’man terkabul dan ia gugur sebagai pahlawan syahid.

Pada hari meninggalnya, Umar bin Khattab menyiarkan berita kematiannya di atas mimbar sambil meneteskan air mata. Tentang Nu’man, bin Mas’ud berkata, “Sesungguhnya iman itu memiliki rumah dan kemunafikan juga memiliki rumah. Di antara rumah iman itu adalah rumah Ibnu Muqrin.”

Ia Meriwayatkan 6 hadist dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Aku pernah menyaksikan Rasulullah, bula beliau tidak menyerang di awal siang, Beliau menunda penyerangan hingga mentari terbenam. Angin pun berhembus kencang dan pertolongan pun turun.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق