Tata Cara Memandikan Jenazah

19 April 2012

Orang Yang Berhak Memandikan Jenazah

1. Sesuai wasiat si mayit. Jika si mayit tlh mewasiatkan kpd sseorang trtentu utk memandikan jenazahnya maka orang itulah yg berhak memandikan.
2. Jika si mayit tidak mewasiatkan kepada siapapun maka yang berhak adalah ayahnya atau kakek-kakeknya,kmudian anak laki-lakinya atau cucu-cucunya yg laki-laki.
3. Jika tidak ada yang mampu keluarga mayit boleh menunjuk org yg amanah lagi trpercaya utk memandikannya.
4. Jika si mayit adalah seorang wanita,(sesuai dengan wasiatnya jika ada), jika tidak ada maka ibunya atau nenek-neneknya, kemudian anak perempuannya atau cucu-cucunya yg perempuan. Jika tdk ada diantara tersebut maka keluarganya boleh menunjuk seorang wanita yg amanah lagi terpercaya untuk memandikannya. 


Tempat Memandikan Jenazah

-Tempatnya harus tertutup, baik dinding maupun Atap

Dianjurkan agar yang memandikan jenazah tersebut memilih 2 org dari keluarga si mayit. Seorang diantaranya taat & memahami, agar dapat memberikan pengarahan ketika memandikan jenazah tersebut. Seorang lagi yg awam, sehingga ia dapat menyaksikan jenazah dimandikan & dibolak-balikkan, agar mudah2an menjadi pelajaran baginya. Tdk diperbolehkan masuk ketempat memandikan jenazah tersebut lebih dari 3 org. Karena hal itu tidak disukai.


Perlengkapan Bagi Yang Memandikan Jenazah

- Hendaklah ia memakai penutup hidung & mulut agar bau yang tidak sedap tidak sampai tercium olehnya.
- Hendaklah ia memakai pelindung tubuh yg baik agar kotoran-kotoran seperti sisa air perasaan daun bidara atau sisa air kapur barus tidak mengenai pakaiannya.
- Hendaklah ia memakai sarung tangan agar tidak bersentuhan lansung dengan kulit si mayit & agar kotoran-kotoran tidak mengenai kedua tangannya. 


Tata Cara Penyediaan Air Perasan Daun Bidadara atau Kapur Barus Dalam Ember.

- Menyediakan beberapa liter air sesuai dengan takaran yang dibutuhkn.
- Menyediakan air perasan didalam ember dicampur dengan 1 gelas ukuran besar berisi perasan daun bidara sesuai dgn takaran.


Persiapan Memandikan Jenazah

- Menutup aurat si mayit dengan handuk/kain besar mulai dari pusar sampai lututnya (prlu diketahui bahwa aurat sesama wanita juga demikian).
- Melepas pakaian yang masih melekat ditubuh jenazah.
- Melepas pakaian jenazah di mulai dari lengan baju sebelah kanan sampai kerah bajunya, kemudian dari lengan baju sebelah kiri sampai kerah bajunya. Selanjutnya dari lubang baju (lubang leher pakaian tempat memasukkan kepala) dari atas sampai kebawah. Setelah itu bagian depan di tarik dengan perlahan dari bawah handuk penutup auratnya (hal itu jika si mayit mengenakan gamis / baju panjang. Jika hanya mengenakan kemeja biasa cukup membuka kancingnya setelah menggunting lengan baju). Demikian pula caranya jka si mayit mengenakan kaos. Cara melepas celana dari atas sampai kebawah lalu sisi sebelah kiri celananya dengan tetap menjaga handuk penutup auratnya. Cara mengambil sebelah belakang pakaian si mayit, tubuh si mayit dibalik kesebelah kiri lalu pakaiannya digeser ke sebelah kiri. Seleha itu tubuhnya dibalik kesebelah kanan lalu pakaian tersebut dapat diambil dengan perlahan. Dengan catatan handuk penutup auratnya tatap terjaga (jangan sampai tersingkap).
- Menggunting kuku tangan & kakinya jika kuku tersebut panjang.
- Mencukur bulu ketiaknya jka lebat, jika tidak lebat cukup dicabut saja.
- Membersihkan hidung & mulut nya serta menutupnya dengan kapas ketika dimandikan lalu dibuang setelah selesai. 


Cara Membersihkan TubuhJenazah

- Di basuh dengan campuran tersebut dengan mempergunakan handuk kecil (kain lap) dimulai dari kepala lalu wajahnya, lalu menyeka bagian tubuh sebelah kanan dengan membalik tubuhnya ke sebelah kiri (hendaknya tubuh si mayit ditopang agar tubuh sebelah kanannya dapat di bersihkan dengan mudah).
- Membersihkan bagian tubuhnya sebelah kiri, kemudian menyeka bagian tubuh antara pusar & lutut dari balik handuk penutup aurat. (cacatan: auratnya jangan sampai tersingkap). Perlu di perhatikan bahwa penyekaan tersebut dilakukan dengan tangan kiri.
- Kemudian tubuh si mayit disiram dengan air mulai kepala lalu wajahnya.
- Setelah itu menyiram bagian tubuh sebelah kanan dengan membalik tubuhnya ke sebelah kiri. Demikian pula cara menyiram bagian tubuh sebelah kiri.
- Kemudian menyiram bagian tubuh antara pusar & lututnya dari balik handuk penutup aurat.Penyiraman dilakukan sampai bahan-bahan campuran serta kotoran-kotoran tersebut hilang dan brsih. (cacatan: aurat si mayit harus tetap tertutup).
- Membersihkan kotoran yang ada dalam perut si mayit dengan tangan kiri yg terlebih dahulu dibalut dengan kain pembersih. Caranya :Angkatlah sedikit tubuh si mayit (setengah duduk), lalu tekanlah perutnya dengan perlahan sebanyak 3x sampai kotoran-kotoran yang ada dalam perutnya keluar. Setelah itu bersihkan lah kotoran dengan tangan kiri yg telah dibalut dengan kain pembersih, seraya menyiramkan air padanya dengan bantuan seseorang. Jika kotoran tersebut masih terus keluar dari duburnya, maka hendaklah dicuci sampai bersih. Jika msh keluar juga, maka duburnya disumbat dgn kain lalu direkatkan dengan plester.
- Mewudhu kan jenazah.Bacalah (ucapan bismillah) Kemudian cucilah kedua telapak tangan si mayit 3x. Bersihkanlah mulut & hidungnya 3x. Kemudian basuhlah wajahnya & cucilah tangan kanan & kirinya sampai siku 3x. Lalu usaplah kepalanya dimulai dr bagian depan sampai ke belakang serta kedua telinganya. Setelah itu cucilah kaki kanan & kirinya 3x.
- Kemudian siramlah kepala si mayit, wajahnya dengan air yang telah dicampur tadi, sambil membasuhnya dengan buih nya.
- Selanjutnya basuhlah bagian tubuh sebelah kanan si mayit dari pundak sampai ke telapak kaki kanannya dgn membalikkan tubuhnya ke sebelah kiri.
- Kemudian basuhlah bagian tubuh sebelah kiri si mayit dari pundaknya sampai ke telapak kaki kirinya dengan membalikkan tubuhnya ke sebelah kanan.
- Ulangilah pembasuhan sekali lagi.
- Kemudian tubuh si mayit di kering kan dengan handuk, mulai dari wajah, dada, punggung, kedua pundak & tangannya serta kedua kaki dan betisnya. Lalu handuk tersebut diletakkan diatas handuk penutup aurat si mayit yang sudah basah tadi untuk menggantikannya. Selesailah proses memandikan jenazah, setelah itu jenazah siap untuk dikafani.

Semoga bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan kita sebagai muslim. Amin ya Robbal Alamin

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق