Sholat Sunat Yang Dianjurkan

19 April 2012


Shalat Sunnah Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari (pada jam : 1-2 malam) setelah bangun dari tidur.
Shalat Sunnah Tahajjud dilakukan dua raka’at sekurang-kurangnya, dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. (tiap dua raka’at salam).

2. Shalat Dhuha

Shalat Duha ialah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, pagi hari mulai jam 7 – 11.30 siang hari. Sekurang-kurangnya shalat duha dua raka’at dan sebanyaknya delapan raka’at (tiap dua raka’at salam).

Shalat Sunnah Istikharah dua raka’at, untuk memohon kepada Allah SWT pada pilihan sesuatu (pekerjaan baik tau tidaknya yang akan dilakukan).
Maka dalam hal ini kita mohon penetapan (petunjuk) Allah SWT dari sesuatu pekerjaan yang masih kita ragu-ragukan baik atau buruk.

4. Shalat Tasbih

Shalat sunah Tasbih ini dianjurkan mengamalkannya, kalu bias pada tiap-tiap malam, kalau tidak bias , maka sekali seminggu, kalau juga tak sanggup, dapat juga dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali, kalu tak bias setahun, setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

5. Shalat Sunnah Taubah

Shalat sunnah Taubah dua raka’at (4 dan 6 raka’at) dilakukan setelah seseorang telah merasa berbuat dosa (ma’siat), kemudian bertaubat kepada Allah SWT.
Bertaubat dari sesuatu dosa ialah menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan itu (perbuatan ma;siat/dosa dan sebagainya), dan berniat pada hati yang ikhlas karena Allah tidak melakukan lagi perbuatan ma’siat/dosa itu, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

6. Shalat Sunnah Hajat

Shalat sunnah Hajat yang dikerjakan dua raka’at (4 dan 12 raka’at karena mempunyai hajat agar; diperkenankan) hajatnya oleh Allah SWT, dan berdoa pada Nya.
Dan pada tiap dua raka’at salam.

7. Shalat Sunat Safar

Bagi orang yang berpergian yang tidak ma’siyat, disunahkan untuk mengerjakan shalat sunat. Misalnya berpergian untuk berdagang, utnuk mencari ilmu untuk pergi haji, dan lain-lain. Tujuannya supaya mendapat keselamatan, keridhaannya dan berhasil apa yang dicita-citakannya, dan shalat sunat safat ini dikerjakan sebelum pergi. Adapun jumlah rakaatnya ada dua raka’at.
Dari Abu Hurairah Nabi bersabda :

“ Apabila engkau hendak keluar dari rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua raka’at itu memeliharamu dari tempat keluarnya kejelekan, dan apabila engkau masuk ke dalam rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua rakaat itu memeliharaamu dari masuknya kejelekan”. (HR. Baihaqi)
 8. Sholat Rawatib

Sholat Sunnah Rawatib sangat dianjurkan / ditekankan untuk dilakukan. Menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa. Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar keislamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap sholat sunnah rowatib. Adapun keistimewaan sholat sunnah rowatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan sholat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق