Musailamah Al-Kadzab

13 November 2012

Musailamah bin Habib (Arab:مسلمة بن حبيب) atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab.

Kehidupan

Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah. Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang Muslim. Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah.

Pernyataan sebagai nabi

Pada saat yang bersamaan Musailamah juga mempelajari sihir, dan menyatakan sebagai mukjizat. Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi. Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman, dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Nabi Muhammad.

Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya. Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi Alkohol.] Ia juga kemudian menyatakan sebagai utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy.

Kematian

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid. Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi.

Sejarah Penaklukan Konstantinopel 1453 Mesihi

06 November 2012


http://www.internetstones.com/image-files/mehmet-ii-gentile-bellini-potrait.jpg
Sultan Muhammad II/Muhammad Al Fatih naik tahta di umur 19 th dan menaklukkan Konstantinopel di umur 21 th

Hai kawan pecinta Islam sudah lama ne akuu gx shared di blogger tersayang ku ini, kali ini insyaallah aku shered Sejarah penaklukan Konstantinovel yang kini telah menjadi negara Islam dansekarang menjadi Kota Istambola/Istambul Turki. yuk mari kita baca sama sama sejarah penaklukan nya..

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

عن أبي قبيل قال : كنا عند عبدالله بن عمرو بن العاص وسئل : أي المدينتين تفتح أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فدعا عبدالله بصندوق له حلق قال : فأخرج منه كتابا قال : فقال عبدالله : بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه و سلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه و سلم : أي المدينتين تفتح أولا : أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مدينة هرقل تفتح أولا . يعني : قسطنطينية

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?

Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.

(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)
Ada dua kota yang disebut dalam nubuwwat nabi di hadits tersebut;

1. Konstantinopel
Kota yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani.

2. Rumiyah
Dalam kitab Mu’jam al-Buldan dijelaskan bahwa Rumiyah yang dimaksud adalah ibukota Italia hari ini, yaitu Roma. Para ulama termasuk Syekh al-Albani pun menukil pendapat ini dalam kitabnya al-Silsilah al-Ahadits al-Shahihah.

Kontantinopel telah dibuka 8 abad setelah Rasulullah menjanjikan nubuwwat tersebut. Tetapi Roma, hingga hari ini belum kunjung terlihat bisa dibuka oleh muslimin. Ini menguatkan pernyataan Nabi dalam hadits di atas. Bahwa muslimin akan membuka Konstantinopel lebih dulu, baru Roma.
Itu artinya, sudah 15 abad sejak Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga Roma jatuh ke tangan muslimin.

http://www.novaroma.org/vici/images/thumb/800px-MapEWRomanEmpire.jpg
Wilayah Kekaisaran Romawi dibagi menjadi 2 (Imperium Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Imperium Romawi Timur dengan Ibukota Konstantinopel). Dibagi oleh Diocletian th 305 M kemudian dibagi permanen oleh Theodosius I berkuasa 395 M

Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu. Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.

Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas. Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada nubuwah Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Siapakah yang dimaksud dalam nubuwah nabi tersebut???

Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven, maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu. Sultan muda dari kerajaan Turki Ustmani ini berhasil menuntaskan amanat Rasul sekaligus mimpi umat Islam selama delapan abad.

Sultan Muhammad II dilahirkan pada 29 Maret 1432 Masehi di Adrianapolis (perbatasan Turki – Bulgaria). menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Di dalam bidang akademik pula, Beliau adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 karena sakit gout sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.

Beliau menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan menaklukkan KONSTANTINOPEL di saat beliau berumur 21 tahun ..Allahu Akbar…. Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentara agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dari Dinasti Mamluk dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol)

Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668 M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim karena ingin mendengarkan derap langkah kuda sebaik2 pemimpin di zamannya. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.

Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah maupun Kekhalifahan Abbasiyah hingga zaman Turki Utsmani di masa Sultan Murad II juga gagal menaklukan Konstantinopel. Salah satu peperangan Murad II adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis yang telah membunuh ratusan ribu muslimin (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani. Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut dengan Yanisari/Janissari. Dengan pasukan militernya turki Utsmani menguasai sekeliling Byzantium/Konstantinopel hingga Constantine XI merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi -bahkan 2-3 lapis- seluruh kota sangat sulit ditembus. Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak bisa banyak membantu.

#CONSTANTINE XI PALEOLOGUS#
Hari Jumat, 6 April 1453 M, Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam -teknologi baru pada saat itu- Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa.

http://www.mlahanas.de/Greeks/Medieval/Bio/ConstantineXIIannisNikou.jpg
Constantine XI, the last Byzantine Emperor at the battlements, dawn of the 29th May of 1453, 200 X 145 cm,- oil on canvas, 2003 by Iannis Nikou

Kota dengan benteng >10m tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat pasukan artileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan Laut Marmara pasukan laut Turki harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.

Berhari-hari hingga berminggu-mingu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah maka pasukan Constantine langsung mempertahankan celah tsb dan cepat menutupnya kembali. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal.

Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam waktu semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui Teluk Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu dengan memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah Teluk Golden Horn (ini adalah ide ”tergila” pada masa itu namun Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri)

http://bukitbarisan.files.wordpress.com/2009/12/peta3.jpg?w=280&h=210
70 kapal di tarik melewati bukit di daerah Galata untuk masuk ke Teluk Golden Horn yang di hadang rantai.

http://bukitbarisan.files.wordpress.com/2009/12/630273575_352eb4f3cf.jpg?w=254&h=189
Rantai yang menghalangi kapal masuk ke Teluk Golden Horn. (koleksi Museum Hagia Sophia)

http://bukitbarisan.files.wordpress.com/2009/12/630273825_348d60571e.jpg?w=320&h=240
Rantai yang melindungi pintu masuk ke Teluk Golden Horn

29 Mei 1453 M, setelah sehari istirahat perang, pasukan Turki Utsmani dibawah komando Sultan Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian army di lapis kedua dan terakhir pasukan elit Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.

[constantinope_seige_edirne_kusatma_.jpg]
Ottoman Siege : Pasukan Turki Utsmani yang sangat canggih di zamannya dengan teknologi Meriam Terbesar di zamannya

[800px-Muhammeds_Gun.jpg]
 
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia/ Aya Sofia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Yahudi maupun Kristen karena mereka(penduduk) termasuk non muslim dzimmy (kafir yang harus dilindungi karena membayar jizyah/pajak), muahad (yang terikat perjanjian), dan musta’man(yang dilindungi seperti pedagang antar negara) bukan non muslim harbi (kafir yang harus diperangi). Konstantinopel diubah namanya menjadi Islambul (Islam Keseluruhannya). Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
 
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah gratis, siapapun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, membangun rumah sakit, bahkan rumah diberikan gratis bagi pendatang di kota itu dan mencari nafkah di sana. Dan kini Hagia Sophia sudah berubah menjadi museum.

Puncak Kekhalifahan Turki Utsmani dan Lambang Kekhalifahan
File:Osmanli-nisani.svg
-
KISAH DRACULA (kisah nyata yang dijadikan mitos)
Dracula (Count Dracula) atau nama aslinya Vlad Tsepes III (1431 – 1476 M) lahir di benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania pd bln November atau Desember 1431 M sekitar abad pertengahan. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), seorang gubernur militer di Transylvania yg diangkat oleh Raja Honggaria, Sigismund. Ibunya bernama Cneajna, putri dari Moldavian.
 
Sejarah muncul nama Dracula. Vlad II ayah Dracula dijadikan anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Honggaria. Orde naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan dimana tempat berkumpulnya para pendeta utk mengajarkan Taurat, tp di kemudian hari Orde Naga ini menjadi semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan Islam yg pada masa itu berada dalam naungan Khilafah Islam Utsmaniyah (Ottoman seperti kata orang Eropa) yg berpusat di Islambul (Istambul) Turki.

Kemanapun Vlad II pergi, ia selalu memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam bahasa Rumania, Dracul artinya naga. Lalu bagaimana muncul nama dracula? Akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Maka Vlad III ( Dracula) anak dari Vlad Dracul (Vlad II) dipanggil dgn nama Vlad Draculea (dlm bhs Inggris Draculea dilafalkan mjd Dracula), yg artinya anak dari Vlad Dracul.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5c/Vlad.dracula.jpg
Vlad Tsepes III/ Dracula anak dari Vlad Dracul. Draculea artinya anak si Dracul
 
Dracula memerintah selama 7 thn dengan dua masa pemerintahan yang kejam, karena sudah membunuh kurang lebih 500.000 ribu muslimin dan hal ini sangat besar ukurannya untuk zaman tersebut. Pada tahun 1476 M, Sultan Muhammad II yang bergelar Al-Fatih (Sang Penakluk) menyerbu Wallachia sampai Bucarest untuk menaklukkan Pasukan Honggaria dan Dracula. Usaha ini berhasil dengan membunuh Dracula di tepi danau Snagov. Kemudian kepala Dracula di bawa ke Konstantinopel.

Penjajahan sejarah tak kalah berbahaya dari bentuk-bentuk penjajahan yang lainnya. Apabila hal ini tak dilawan maka apa yang pernah dikatakan Milan Kundera, “maka tak lama setelah itu bangsa tersebut akan mulai melupakan apa yang terjadi sekarang dan pada masa lampau, akan benar-benar mewujud.”

Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib oleh Hyphatia Cneajna

Arini

05 November 2012

Di Sore itu
Saat matahari mulai terseret kearah barat
Memancarkan suria kemerahan
Terlihat olehku seorang bidadari yang cantik jelita
Memikul senyuman manis rupawan dibibirnya

Oh Arini yang cantik nan rupawan
Ingin rasanya daku menyapamu
Ingin rasanya daku tersenyum padamu
dan ingin rasanya daku menghampirimu

Tetapi daku bukanlah seorang pangeran 
Yang bertubuh kekar dan juga tampan
Yang berani tuk menghampiri dirimu
Namun aku hanyalah seorang pengembara
Yang hanya membutuhkan cinta dan kasih sayang

Saat aku telah melewati dirimu
Aku berharap aku mampu untuk memundurkan langkah ini
Dan menghentikan langkahku tepat di hadapanmu
Tapi aku hanya mampu memandangmu dari sisi belakang

Aku terbayang wajah mu yang cantik jelita
Menghanyutkan aku ke cakrawala cinta
Berharap pertemuan itu kan terulang lagi

Oh Arini
Mengapa hati ini terlalu mengharap
Aku tak mampu tuk menahan rindu dihati ini sendiri
Ku  berharap kamu merasakan getaran rindu ku ini
Meski dirimu belum mengenaliku

Ternyata harapanku belum sirna
Saat yang kuharapkan terulang lagi
Aku mampu mendapatkan senyuman dan canda
Dari seorang yang aku kagumi

Aku melihat senyuman itu
Manisnya tiada berkurang sedikitpun
Meski aku telah terombang ambing dilautan yang penuh rindu
Tetapi aku masih tetap ingat manisnya senyuman pertama yang kulihat dibibirmu

Oh Arini
Izin kan aku mengungkapkan apa yang kurasa
Meski ku yakin kamu tiada percaya dengan rasa ini
Tapi yakin lah bahwa rasa ini tulus untukmu

Kini kau telah membalas cintaku
Peluk erat dirimu
Kan ku jaga dan kusayangi kamu selamanya




Kesedihan

17 Oktober 2012

Sempat terfikir oleh ku
Jika suatu saat nanti mata ini tidak bisa terbuka lagi
Tangan ini tidak bisa bergerak
Kaki ini sudah tidak mampu untuk melangkah
Dan nafas ini terhenti

Yang akan kurasa ialah
Ku akan pergi untuk selamanya
Terimajinasi olehku
Aku akan pergi meninggalkan orang yang sangat kusayang

Akan tetapi
Aku belum sempat membahagiakan mereka
Aan cita-cita ku musnah begitu saja
Ketakutan dan kegelisahan yang saat ini selalu datang menghampiriku

Cipt : Arini Ulfa Hidayati

Sunan Gunung Jati

16 September 2012

Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’ Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).

Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.

Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.

Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

Mukjizat

16 Agustus 2012

1. Pengertian Mukjizat
Kata mukjizat diambil dari bahasa Arab a’jaza-I’jaz yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamakan mukjiz dan pihak yang mampu melemahkan pihak lain sehingga mampu membungkamkan lawan, dinamakan mukjizat. Tambahan ta’ marbuthah pada akhir kata itu mengandung makna mubalaghah (superlatif).
Mukjizat didefenisikan oleh para pemeluk agama Islam, antara lain, sebagai suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada orang-orang yang ragu, untuk melalukan atau mendatangkan hal serupa, tetapi mereka tidak mampu melayani tantangan itu. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizat di definisikan pula sebagai sesuatu luar biasa yang diperlihatkan Allah melalui para nabi dan Rasulnya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.
Manna’ Al-Qaththan mendifinisikannya sebagai berikut :
 “suatu kejadian yang keluar dari kebiasaan, disertai dengan unsur tantangan, dan tidak akan ditandingi.”
Unsur-unsur yang terdapat pada mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah sebagai berikut:
1.      Hal peristiwa yang luar biasa
2.        Terjadi atau di paparkan oleh seorang yang mengaku nabi
3.        Mengandung tantangan terhadap yang meragukan kenabian
4.        Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani.

2. Macam-Macam Mukjizat.
Secara garis besar, mukjizat dapat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjiat yang bersifat  material, indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama. Mukjizat mereka bresifat material dan indrawi dalam arti keluarbiasaan tersebut dapat disaksikan atau dijangkau langsung lewat indra oleh masyarakat tempat mereka menyampaikan risalahnya.
Perahu nabi Nuh yang dibuat atas petunjuk Allah sehingga mampu bertahan dalam situasi ombak dan gelombang yang demikian dahsyat; tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s. dalam kobaran api yang sangat besar; berubah wujudnya tongkat nabi Musa a.s. menjadi ular; penyembuhan yang dilakukan oleh nabi Isa a.s. atas izin Allah, dan lain-lain, kesemuanya bersifat material indrawi, sekaligus terbatas pada lokasi tempat mereka berada, dan berakhir dengan wafatnya mereka.ini berbeda dngan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Yang bersifat bukan indrawi atau material tetapi dapat dipahami akal. Karena sifatnya yang demikian, ia tidak dibatasi oleh suatu tempat atau masa tertentu: mukjizat Al-Qur’an dapat dijangkau oleh setiap orang yang menggunakan akalnya dimana dan kapanpun.    

Aqidah Imam Bukhari رحمه الله

09 Juli 2012

Imam Bukhari رحمه الله berkata:“Aku telah berjumpa dengan 1000 ulama lebih di Hijaz, Makkah, Madinah, Kufah, Bashrah, Washit, Baghdad, Syam dan di Mesir, berkali-kali kurun demi kurun. Kujumpai mereka semuanya semuanya selama 46 tahun. Ulama Syam, Mesir dan Jazirah 2 kali, Ulama Bashrah 4 kali bertahun-tahun, ulama Hijaz 6 tahun. Dan aku tak dapat menghitung berapa kali aku datang ke Kufah dan Baghdad menemui ahli hadits negeri Khurasan di antaranya: Makki bin Ibrahim, Yahya bin Yahya, Ali bin Hasan bin Syaqiq, Quiaibah bin Said dan Syihab bin Ma’mar.

Sedang di Syam di antaranya: Muhammad bin Yusul Al Firyabi, Abu Mushir Abdul A’la bin Mushir, Abul Mughirah Abdul Quddus bin Hajjaj, Abul Yaman Hakam bin Nafi’ dan ulama setelah mereka yang tidak sedikit.

Di Mesir di antaranya Yahya bin Katsir, Abu Shaleh sekretaris Laits bin Saad, Said bin Abu Maryam, Ashbagh bin Al Faraj dan Nu’aim bin Hammad. Di Makkah aku jumpai para pakar seperti Abdullah bin Yazid Al Muqri, Humaidi, Sulaiman bin Harb Qadi Makkah dan Ahmad bin Muhammad Azraqi.

Sedang di Madinah seperti Ismail bin Abi Uwais, Mutharrif bin Abdillah, Abdullah bin Nafi’ Az Zubairi, Ahmad bin abu Bakar Abu Mish’ab Az Zuhri, Ibrahim bin Hamzah Zubairy dan Ibrahim bin Hamzah Zubairi dan Mundzir Al Hizami.

Di Basrah aku dapati Abu Ashim Dhahhak bin makhlad Syaibani, Abul Walid Hisyam bin Abdul Malik, Hajjaj bin Minhal dan Ali bin Abdullah bin Ja’far Al Madini. Adapun di Kufah di antara yang kujumpai adalah Abu Nuaim Fadhl bm Dukain, Abdullah bin Musa, Ahmad bin Yunus, Qubaisah bin Uqbah, Ibnu Numair dan Abdullah serta Usman yang keduanya ibnu Abi Syaibah.
Di Baghdad di antaranya Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Main dan Abu Ma’mar, Abu Khaitsamah serta Abu Ubaid Qasim bin Sallam. Di Jazirah kujumpai Amr bin Khalid Al Khurani dan di Wasith Amr bin Aun dan Ashim bin Ali bin Ashim. di Marwu kudapati para ulama seperti Shadaqah bin Fadhl dan Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali.

Supaya ringkas, cukuplah kusebutkan nama-nama ini saja. Mereka semua, baik yang kusebutkan maupun yang tidak, tak ada yang berselisih pendapat dalam masalah-masalah berikut:

1. Dien(iman) itu ucapan dan amal, sesuai dengan firman Allah سبحانه و تعالي :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Dan mereka tidak diperintah melainkan untuk me­nyembah (beribadah) kepada Allah dengan memurnikan ketaatan pada-Nya dalam (menjalankan agama) dengan lurus dan supaya mereka menegakkan shalat serta menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.” (Q.S. Al Bayyinah: 5).

2. Al-Qur’an adalah kalamullah bukan makhluk, karena firman-Nya berikut ini:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ

“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia beristiwa’ di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat dan (diciptakan-Nya) pula matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya….” (Q.S. Al -A’raf: 54).

Abu Abdillah bin Ismail berkata: “Ibnu Uyainah رحمه الله berkata ‘Maka Allah membedakan antara penciptaan dan perintah dengan firman-Nya:

أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan alam semesta.” (Q.S. Al A’raf: 54).

3. Baik dan buruk itu ditakdirkan, berdasarkan firman-Nya :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ.

“Katakanlah, aku berlindung kepada Allah yang meng­uasai Shubuh. Dari kejahatan makhluk yang la ciptakan (Q.S. Al Falaq: 1-2).

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah telah menciptakan kamu dan amal perbu­atanmu. ” (Q.S. As Shaffat: 96).

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu me­nurut kadar (ukuran).” (Q.S. Al Qamar: 49).

4. Mereka semua tak mengafirkan seorangpun dari ahlulqiblat karena dosanya, karena ayat:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) menyekutukan Allah (syirik) dan mengampuni (dosa) selainnya kepada siapa saja yang la kehendaki.” (Q.S. An Nisa: 48).

5.  Dan aku tidak melihat seorangpun aku tak melihat seorangpun dari mereka yang mencela sahabat Nabi صلي الله عليه وسلم. Aisyah رضي الله عنها berkata: Mereka disuruh untuk Istighfar (memohon ampun) buat mereka. Itulah maksud firman Allah:

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Wahai Tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara- saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dan kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian di hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Hasyr: 10).

6. Mereka menolak bid’ah, yakni ajaran yang tak dibawa oleh Nabi صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya, karena firman-Nya:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ

“Dan berpegang teguhlah kamu semua dengan tali Allah, janganlah bercerai berai. ” (Q.S. Ali Imran: 103)

وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

“Dan jika kamu menaatinya, niscaya kamu mendapat hidayah.” (Q.S. An Nur: 54).

Mereka menganjurkan kita untuk menetapi ajaran yang dibawa Rasulullah صلي الله عليه وسلم. berdasarkan firman Allah تعالي :

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-berai-kan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintah kan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al An’am: 153).

7. Kita tidak boleh menentang waliyul amri (pemimpin) ka­rena Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

ثَلاَ ثٌ لاَيَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ امْرِيٍ مُسْلِمٍ: إخْلاَصُ العَمَلِ لِلَّهِ، وَطَاعَةُ وُلاَةِ الْأَمْرِ وَلُزُوْمُ جَمَاعَتِهِمْ، فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيْطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

“Tiga hal yang tak didengki oleh kalbu seorang mukmin: ihklas beramal karena Allah, menaati pemimpin (waliyul amri) serta menetapi jamaah mereka, karena seruan (doa) para pemimpin tersebut mencakup orang yang di belakang (rakyat)-nya”

Ini diperkuat dengan firman Allah عزّوجلّ berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Taatilah Allah, taatilah Rasul dan Ulul Amri (pemimpin) dari golonganmu.” (Q.S. An Nisa: 59).

Juga tak mengacungkan pedang kepada umat Muhammad صلي الله عليه وسلم. Fudhail bin Iyadh رحمه الله berkata: 

“Sekiranya aku punya doa yang makbul, niscaya tak kutujukan selain untuk Imam (pemimpin), karena jika sang pemimpin baik, maka aman dan sejahteralah rakyat dan negara.”

Yahya Bin Ma'in

Nama lengkap beliau adalah Yahya bin Ma`in bin `Aun bin Ziyad bin Bistham Al-Ghatfan Al-Baghdadi. Ayah beliau termasuk orang penting di negerinya, sehingga ketika ayahnya meninggal, beliau mendapatkan jatah warisan sebanyak satu juta dirham, dan beliau menggunakannya sebagai bekal mencari hadis. Beliau dilahirkan tahun 158 H. Kun-yah beliau adalah “Abu Zakariya”, namun beliau lebih dikenal dengan sebutan “Ibnu Ma`in”. Beliau termasuk pakar dalam masalah hadis dan pencatat sejarah para perawi hadis.


Guru Dan Murid Beliau

Beliau banyak melakukan petualangan mencari ilmu, sehingga guru beliau sangat banyak dari berbagai negeri. Di antara guru beliau adalah Abdullah bin Mubarak, Husyaim, Ismail bin `Ayasy, Abbad bin Abbad, Sufyan bin Uyainah, Ghundar, Hatim bin Ismail, Hafs bin Ghiyats, Jarir bin Abdil Hamid, Abdur Razaq, Marwan bin Mu`awiyah, Hisyam bin Yusuf, Isa bin Yunus, Waqi`, Yahya Al-Qaththan, Abdurrahman bin Mahdi, dan masih banyak ulama lainnya dari negeri Irak, Hijaz, Al-Jazirah, Syam, dan Mesir.

Sementara, di antara murid senior beliau adalah Imam Ahmad bin Hambal, Muhammad bin Sa`d, Abu Khaitsmah, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Abbas Ad-Duri, Abu Bakar Ash-Shaghani, Abdul Khalik bin Manshur, Utsman bin Sa`id Ad-Darimi, Abu Zur`ah, Abu Hatim Ar-Razi, Ibrahim bin Abdillah Al-Junaid, Ahmad bin Ali Al-Marwazi, Muhammad bin Wadhah, Ja`far Al-Firyabi, Musa bin Harun, Abu Ya`la Al-Mushili, dan masih banyak lagi.


Pujian Ulama Untuk Ibnu Ma'in

Beliau termasuk dalam jajaran ulama besar untuk masalah hadis, tidak hanya di antara ulama yang sezaman dengannya, namun juga termasuk di antara ulama pada zaman setelahnya. Di antara pujian para ulama untuk beliau adalah:

  1. An-Nasa`i mengatakan, “Abu Zakariya berstatus tsiqah dan amanah, serta termasuk salah satu pakar dalam hadis.”
  2.  Ali Al-Madini mengatakan, “Saya tidak pernah melihat, sejak zaman Adam, ada orang yang menulis hadis yang lebih bagus daripada tulisan Yahya bin Ma`in.” Beliau juga pernah mengatakan, “Puncak ilmu manusia ada pada Yahya bin Ma`in.”
  3. Yahya bin Ma`in sendiri pernah mengatakan, “Saya telah menulis dengan tanganku sebanyak satu juta hadis.”
  4. Yahya Al-Qaththan mengatakan, “Belum pernah ada orang yang mendatangi kami, seperti dua orang ini: Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Ma`in.”
  5. Imam Ahmad mengatakan, “Yahya bin Ma`in adalah orang yang paling mengerti tentang ‘ilmu rijal‘.”
  6. Imam Adz-Dzahabi menyebut beliau dengan “Sayyid Al-Hufazh” (pemimpin para pakar hadis).
  7. Ibnu Hajr Al-Asqalani menyebut beliau dengan “Imam Al-Jarh wa At-Ta`dil” (pemimpin dalam masalah jarh wa ta`dil).
Setelah menyebutkan biografi singkat tentang Ibnu Ma`in, Imam Adz-Dzahabi mengatakan, “Yahya terlalu terkenal untuk saya bahas tentang keuatamaanya.” Kemudian, beliau membawakan cerita dari Hubaisy bin Mubasyir, salah satu ulama terpercaya, “Saya bertemu dengan Yahya bin Ma`in dalam mimpi. Saya tanyakan kepadanya, ‘Apa yang Allah berikan kepadamu?’ Yahya menjawab, ‘Allah memberiku kenikmatan, menikahkanku dengan tiga ratus bidadari, dan menyiapkan untukku antara dua pintu.’”


Karya Ibnu Ma'in

Di antara karya Imam Yahya bin Ma`in adalah At-Tarikh wa Al-Ilal dan Ma`rifah Ar-Rijal.


Wafatnya Ibnu Ma'in

Beliau meninggal pada bulan Dzulhijjah di Madinah, ketika melaksanakan ibadah haji. Beliau meninggal di tahun 233 H. Semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya.

Yahya Bin Muadz

Kitab-kitab tentang riwayat hidup para tokoh tidak ada yang menyebutkan keterangan yang lengkap lagi memuaskan tentang Yahya bin Mua’adz as., dan dia tidak mendapat perhatian dan sebutan yang cukup tentang riwayat hidupnya. Jika ada sebetan mengenai dirinya, hal itu hanya berupa petikan yang pendek-pendek terdiri dari sebaris, dua baris, atau tiga baris kalimat dan hanya inilah yang dapat aku temukan. Jika ternyata ditemukan sesuatu yang lain dari itu, hal tersebut merupakan karunia yang besar. Jelasnya, beliau wafat pada abad ketiga Hijriyah, tepatnya pada tahun 258 Hijriyah.

Abu Na’im Al-Ashfahani dalam bukunya yang berjudul Hilyatul Auliya mengatakan tentang Yahya bin Mu’adz sebagai berikut:

“Orang yang suka memuji lagi bersyukur, menerima apa adanya lagi penyebar, dan selalu berharap lagi suka memohon perlindungan kepada Allah, dialah Yahya bin Mu’adz, seorang juru nasihat lagi banyak berdzikir. Dia menetapi pekerjaan pande besi untuk menghindarkan diri dari pandangan para hamba (tidak ingin terkenal), tidak suka tidur malam hari demi meraih kecintaan Allah, dan tahan menghadapi berbagai kesulitan sebagai sarana untuk mendorong lebih bersyukur.”

Ibnul Jauzi dalam bukunya yang berjudul Shafwatush Shafwah mengatakan tentangnya:

“Dia tinggal di Ar-Ray, kemudian pindah ke Nisabur, lalu bertempat tinggal di sana hingga meninggal dunia. Mereka tiga bersaudara, yaitu Isma’il, Yahya, dan Ibrahim; Isma’il yang tertua, Yahya penengah; dan yang paling muda adalah Ibrahim. Ketiga-tiganya adalah ahli zuhud.”

Ibnul Imad dalam bukunya yang berjudul Syadzaraatudz Dzahab mengatakan:

“Yahya bin Mu’adz Ar-Razi, seorang yang zuhud lagi Arif, orang yang bijak pada masanya, juru nasihat pada masa hidupnya, dan wafat di Naisabur.”

Al-Khathibul Baghdadi dalam bukunya yang berjudul Tarikh Baghdad mengatakan:

“Yahya bin Mu’adz alias Abu Zakaria Ar-Razi adalah seorang juru nasihat. Dia berpindah dari Ar-Ray, lalu tinggal di Naisabur hingga wafat. Dia pernah datang ke Baghdad, lalu bergabunglah dengannya para ahli ibadah. Merema membuatnya sebuah mimbar untuknya, lalu memdudukkannya dimimbar tersebut dan mereka duduk dihadapannya seraya memohon perlindungan kepada Allah.”

Al-Imam Adz-Dzahabi dalam karya tulisnya yang berjudul Sairu A’laamin Nubala (Perjalanan hidup para tokoh yang mulia) memberikan komentarnya tentang Yahya:

“Yahya bin Mu’adz Ar-Razi adalah seorang juru nasihat, termasuk salah seorang Syekh terkemuka. Ia mempunyai kalam yang baik dan nasihat-nasihat yang terkenal.”

Az-Zarkali dalam karya tulisnya yang berjudul Al-A’lam (para tokoh) mengataklan tentangnya:

“Yahya bin Mu’adz bin Ja’far Ar-Razi wafat pada tahun 258 Hijriyah. Ia seorang juru nasihat yang zuhud, tiada yang setara dengannnya pada masanya, termasuk penduduk Ar-Ray, dan tinggal di Balakh. Ia meninggal duni di Naisabur.”

Ibnu Khalkan dalam bukunya yang berjudul Wafiyyatul A’yaan (Kematian para tokoh) menyebutkan tentangnya:

“Yahya bin Mu’adz adalah orang yang langka pada masanya. Dia mempunyai lisan dalam subjek ar-raja (harapan), khususnya pembicaraan tentang makrifat. Ia keluar dari kampung halamannya menuju Balakh dan tinggal disana selama satu masa, lalu kembali ke Naisabur dan meninggal dunia disana.”

Ibnul Atsir dalam karya tulisnya yang berjudul Al-Kaamil mengatakan:

“Pada tahun 258 wafatnya Yahya bin Mu’adz Ar-Razi, seorang juru nasihat, yaitu pada bulan Julmadil Ula. Dia adalah ahli ibadah yang shalih.”

Ibnul Mulaq dalam karya tulisnya yang berjudul Thabaqaatul Auliya mengatakan tentangnya:

“Yahya bin Mu’adz Ar-Razi seorang juru nasihat alias Abu Zakaria, salah seorang tokoh poros para wali. Dia seorang yang langka pada masanya dalam bidangnya. Dia wafat pada tahun 258 Hijriyah.”[*]

Yahya Bin Umar

A. Pemikiran Ekonomi
 
Yahya bin Umar merupakan salah satu fuqaha mazhab Maliki. Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Yahya bin Umar bin Yusuf Ak Kannani Al Andalusi. Kitab yang berhasil dibuatnya adalah kitab al-Muntakhabah fi Ikhtisar al-Mustakhrijah fi al-Fiqh al Maliki dan kitab Ahkam al-Suq. Kitab Ahkam al-Suq dilatarbelakangi oleh dua persoalan mendasar, yaitu pertama, hukum syara’ tentang perbedaan kesatuan timbangan dan perdagangan dalam satu wilayah; kedua, hukum syara’ tentang harga gandum yang tidak terkendali akibat pemberlakuan liberalisasi harga, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kemudharatan bagi para konsumen.
 
Penekanan pemikiran ekonomi Yahya bin Umar adalah pada masalah penetapan harga (al-tas’ir). Ia berpendapat bahwa penetapan harga tidak boleh dilakukan. Hujjahnya adalah mengenai kisah para sahabat yang meminta Rosulullah untuk menetapkan harga karena melonjaknya harga barang namun ditolak oleh Rosulullah dengan alasan Allah-lah yang mengusai harga. Dalam konteks ini, penetapan harga yang dilarang oleh Yahya bin Umar adalah kenaikan harga karena interaksi permintaan dan penawaran. Namun jika harga melonjak karena human error maka pemerintah mempunyai hak intervensi untuk kesejahteraan masyarakat.
Lebih luas lagi mengenai larangan penetapan harga, Yahya bin Umar mengijinkan pemerintah melakukan intervensi apabila :
 
  1. Para pedagang tidak memperdagangkan barang dagangan yang dibutuhkan masyarakat sehingga dapat merusak mekanisme pasar
  2. Para pedagang melakukan praktik siyasah al-ighraq atau banting harga (dumping) yang dapat menimbulakan persaingan tidak sehat dan dapat mengacaukan stabilitas harga.
B. Wawasan Ekonomi Modern Yahya bin Umar
 
Berikut adalah wawasan modern Yahya bin Umar yang dikemukakan pada masanya :
 
  1. Ihtikar (Monopoly’s Rent-Seeking), Islam secara tegas melarang ihtikar yaitu mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan cara menjual lebih sedikit barang untuk harga yang lebih tinggi. Ihtikar akan merusak mekanisme pasar dan akan meberhentikan keuntungan yang akan diperoleh orang lain serta menghambat proses distribusi kekeyaan diantara manusia. Maka dapat disimpulkan bahwa cirri-ciri ihtikar adalah, pertama, objek penimbunan merupakan barang-barang kebutuhan masyarakat; kedua, tujuan penimbunan adalah untuk meraih keuntungan diatas keuntungan normal.
 
  1. Siyasah Al-Ighraq (Dumping Policy), berbanding terbalik dengan ihtikar, dumping bertujuan untuk meraih keuntungan dengan cara menjual barang pada tingkat harga lebih rendah daripada yang berlaku dipasar. Hal ini dilarang dengan keras karena dapat menimbulkan kemudharatan di tengah masyarakat luas.