Tanamkan Keikhlasan di Setiap Amal

21 Maret 2012

Posted By Catawiuir

Agar amal ibadah yang kita lakukan itu membuahkan hasil yang sempurna, hendaklah kita lakukan dengan tidak memiliki maksud-maksud tertentu. Misalnya; mencari kemashuran, pangkat, ataupun kedudukan yang tinggi. tetapi hendaklah dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.

"Tiada yang lebih berbahaya lagi bagi seseorang yang beramal terkecuali ia berkeinginan kemashuran namanya di kalangan masyarakat umum. amal yang semacam ini tidak dikategorikan sebagai amal yang murni".

Jadi mereka itu di dunia saja mendapatkan pujian atau sanjungan manusia belaka. tetapi di akhirat kelak hasilnya kosong (Nihil). Sesuai dengan sabda Rosulullah SAW

Dari Abi Hurairah R.a bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda
Tujuh orrang yang dilindungi oleh Allah SWT dengan naungan
di hari tiada naungan selain naungan Nya,dan ia menyebutkan hadis
dimana ada seorang laki-laki yang bersedekah dengan satu sedekah
ia sembunyi sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui
apa yang disedekahkan oleh tangan kanan nya.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 264 yang artinya

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan
pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti
(perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya
karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin
yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat,
lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai
sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang kafir

Maksudnya yaitu : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.

Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya  ada tanah kemudian batu itu ditimpa oleh hujan yang lebat, lalu menjadi bersih lah ia dari tanah itu. Orang yang mencari amal dan mencari kemashuran berarti sia-sialah amalan nya yang pada hakekat nya ada sifat sombong yang tumbuh didalam hatinya. Untuk menghindari penyakit kemashuran dimata masyarakat hendaklah mempunyai sifat merendahkan diri. dan memang itu sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap orang yang beriman.

Suatu hadist menyatakan "Barang siapa yang merendahkan diri, niscaya Allah SWT akan memuliakan nya. dan barang siapa yang berlaku sombong Niscaya Allah akan merendahkannya".

Orang yang mencari kemasyhuran atau mengharapkan pujian diibaratkan seperti tumbuh-tumbuhaan yang asal mula bijinya tidak ditanam, maka tidak sempurnalah tumbuh nya. Bisa juga tumbuhan itu cepat layu disebabkan akar dan pohonnya itu tidak menancap kedalam bumi. kalau demikian mana mungkin bisa dipetik hasilnya.

Syekh Ibnu Athailah memberikan isyarat :

Tanamlah dirimu kedalam bumi kerendahan, maksudnya: Manusia tidak
selalu mencari kemashuran atau pujian yang tidak di benarkan oleh
agama.

Sebagaimana yang telah dikatakan Ibrohim Bin Adham :

Tidak benar bertujuan kepada Allah orang yang senang mencari kemashuran

Beramal untuk mencari kemashuran adalah Riya' yang setaraf dengan Syiri'. Sebagai mana sabda Rosullah SAW yang diriwayatkan oleh Mu'adz Bin Jabal:

Sesungguhnya sedikit Riya' itu adalah Syiri' dan sesungguhnya
orang yang memusuhi kekasih Allah SWT, maka sungguh ia telah
melawan Allah dengan peperangan. dan sesungguhnya Allah SWT
mencintai orang yang taqwa lagi menyamarkan dirinya (tidak ingin
masyhur) yaitu orang-orang yang kalau pergi (Tidak Hadir)mereka
tidak dicari dan kalau mereka hadir tidak di undang dan tidak di
kenal. Hati mereka bagaikan lampu yang memberikan petunjuk.

Oleh sebab itu hindarilah, bentengilah diri kita dari sifat kemasyhuran/riya' sebab cinta akan kemasyhuran bisa merusak amal perbuatan kita dan kita tidak mendapatkan bagian di akhirat kelak. Tanamkanlah kerendahan didalam hatimu, dalam segala amal perbuatan agar kita bisa mendapat bagian kelak dialam akhirat.

Ketahuilah bahwa manusia dalam bentuk dan susunan yang sesungguhnya mengandung empat macam sifat di antara nya ialah :
a. Sifat Kebuasan
b. Sifat Kebinatangan
c. Sifat Kesetanan
d. Sifat Ketuhanan 

Apabila manusia dikuasai oleh sifat amarah maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan serigala yang berupa permusuhan, kebencian dan menyerang orang lain dengn pukulan dan cacian.

Apabila manusia dikuasai oleh syahwat,maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan seperti binatang yang berupa kerakusan, kelobaan, keganasan nafsu syahwat dan lain-lain. dan apabila nafsunya di resapi perkara ketuhanan, maka ia akan menda'wahkan dirinya sebagai tuhan. ia menyukai kekuasaan keluhuran, dan kebebasan dalam segala urusan. Ia ingin berkuasa sendiri, ingin terlepas dari sifat perhambaan dan sifat rendah diri. Dia ingin memamerkan segala ilmu, bahkan ia memnganggap dirinya sebagai ahli ilmu yang mengetahui hakekat segala sesuatu. Bangga bila di anggap pandai dan marah bila di anggap bodoh. 


0 komentar:

Poskan Komentar

ترك التعليق