Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Arini

05 November 2012

Di Sore itu
Saat matahari mulai terseret kearah barat
Memancarkan suria kemerahan
Terlihat olehku seorang bidadari yang cantik jelita
Memikul senyuman manis rupawan dibibirnya

Oh Arini yang cantik nan rupawan
Ingin rasanya daku menyapamu
Ingin rasanya daku tersenyum padamu
dan ingin rasanya daku menghampirimu

Tetapi daku bukanlah seorang pangeran 
Yang bertubuh kekar dan juga tampan
Yang berani tuk menghampiri dirimu
Namun aku hanyalah seorang pengembara
Yang hanya membutuhkan cinta dan kasih sayang

Saat aku telah melewati dirimu
Aku berharap aku mampu untuk memundurkan langkah ini
Dan menghentikan langkahku tepat di hadapanmu
Tapi aku hanya mampu memandangmu dari sisi belakang

Aku terbayang wajah mu yang cantik jelita
Menghanyutkan aku ke cakrawala cinta
Berharap pertemuan itu kan terulang lagi

Oh Arini
Mengapa hati ini terlalu mengharap
Aku tak mampu tuk menahan rindu dihati ini sendiri
Ku  berharap kamu merasakan getaran rindu ku ini
Meski dirimu belum mengenaliku

Ternyata harapanku belum sirna
Saat yang kuharapkan terulang lagi
Aku mampu mendapatkan senyuman dan canda
Dari seorang yang aku kagumi

Aku melihat senyuman itu
Manisnya tiada berkurang sedikitpun
Meski aku telah terombang ambing dilautan yang penuh rindu
Tetapi aku masih tetap ingat manisnya senyuman pertama yang kulihat dibibirmu

Oh Arini
Izin kan aku mengungkapkan apa yang kurasa
Meski ku yakin kamu tiada percaya dengan rasa ini
Tapi yakin lah bahwa rasa ini tulus untukmu

Kini kau telah membalas cintaku
Peluk erat dirimu
Kan ku jaga dan kusayangi kamu selamanya




Kesedihan

17 Oktober 2012

Sempat terfikir oleh ku
Jika suatu saat nanti mata ini tidak bisa terbuka lagi
Tangan ini tidak bisa bergerak
Kaki ini sudah tidak mampu untuk melangkah
Dan nafas ini terhenti

Yang akan kurasa ialah
Ku akan pergi untuk selamanya
Terimajinasi olehku
Aku akan pergi meninggalkan orang yang sangat kusayang

Akan tetapi
Aku belum sempat membahagiakan mereka
Aan cita-cita ku musnah begitu saja
Ketakutan dan kegelisahan yang saat ini selalu datang menghampiriku

Cipt : Arini Ulfa Hidayati

Tentang Rasaku

08 Mei 2012


Saat pertama aku melihatmu
Sudah tumbuh benih cinta dihatiku
Tanpa ku pikir masa lalu ku yang pahit
Ku tetap berusaha tuk mendekatimu
Dan berharap mendapatkabn cintamu

Tiap waktu aku berdo’a kepada Tuhanku
Dengan rasa malu ku memohon
Supaya aku bisa mendapatkan cintamu
Allah maha tahu apa yang ku rasa
Mungkin ini adalah jawaban dari yang ku pinta

Kau terima aku
Tanpa ku hiraukan perasaanmu kepadaku
Rasa cintaku semakin bertambah kepadamu
Tak ingin rasanya sedetikpun meninggalkanmu

Bayang-bayang mu terasa selalu menghampiriku
Membuat aku ingin tau keadaan mu

Saat kau berkata air matamu jatuh
Tanpa kau beri tau sebab semua nya
Membuat aku jadi tidak mengerti

Aku tidak ingin
Air matamu membasahi pipimu walaupun setetes
Setelah aku tau apa penyebab semuanya,
Hatiku terasa sakit
Kenapa engkau tidak memikirkan perasaan pacarmu
Kau tangisi masalalumu bersama mantan pacarmu

Ku sangka, air matamu jatuh karena tingkahku
Kalau semua karena ku,
Aku tidak bisa memaafkan diriku

Aku ingin kita selalu bersama
Lewati rintangan walau badai menghadang
Aku ingin kau tau arti cintaku kepadamu

PUISI BINTANG

12 Januari 2012

Posted By Catawiuir


Bintang…
Mengapa kau selalu menyinari bumi ini
Meski awan hitam menyelimutimu
Sinarmu mumbuat hati ini tentram
Yang sedih tak karuan

Bintang…
Pernahkah kau merasakan cinta
Senangkah hatimu bila cinta mu terjawab
Dan apabila kenyataan itu sebaliknya
Sampai kapan kau akan tetap bertahan

Bintang…
Seandainya ia tau akan pengorbananku
Akan ketulusan yang aku berikan
Mungkin hatiku tak sesakit ini

Bintang…
Bisakah kau merai cinta suci ini

Bintang…
Sampai kapan ku mampu pertahankan cinta ini

Karya Dian Saputri
Telah Izin Publikasi

Ibu

06 Desember 2011

Ibu ….

Karena mu lah aku ada di dunia
Karena mu lah aku bias melihat indah nya mentari
Karena mu lah aku bias mengeluarkan tangisan pertama ku.

Ibu …
Sembilan bulan kau mengandung
Menahan sakit yang kau derita
Kau jaga makanan mu demi aku
Agar aku terlahir dengan sempurna.

Ibu ….
Saat aku ingin dilahirkan
Kau berkorban nyawa dan harta mu
Kau tak mengutamakan keselamatan nyawamu
Kau malah mengutamakan keselamatan aku anak mu

Ibu ….
Begitu sabar dirimu
Ketika kau harus terjaga dari tidurmu karena tangis ku
Kau sangat mengerti tangisan disaat ku lapar
Tangisan di saat aku haus
Dan tangisan disaat aku tidak nyaman karena popok ku.

Kau susui aku meski mata mu mengantuk
Kau ganti popok ku demi kenyamanan tidur mu
Kau gendong diri ku sampai ku terlelap tidur

Ibu ….
Tiada kata henti kau mendidik dan menyayangi ku
Kau ajari aku mengenal tuhan ku
Kasih sayang mu tiada henti mengalir kepada ku
Meski diri ku selalu nakal kepada mu

Ibu …
Jasa mu tidak akan pernah mampu ku balas
Meski dunia kuberi untuk mu
Tak sebanding dengan setetes asi yang kau beri kepada ku

Ibu ….
Saat aku  sudah beranjak besar
Kau sekolah kan aku di SD, SMP, SMA hingga aku kulia
Kau tidak memikirkan biaya pendidikan  yang kau keluarkan untuk diri ku
Kau hanya ingin aku menjadi orang yang cerdas dan berguna
Tetapi aku….
Aku anak mu yang tak bias membalas budi mu
Aku selalu membuat mu kecewa, membuat mu terluka
Bahkan aku mampu menjatuhkan air matamu
Meski kau terluka
Kau masih mampu tersenyum untuk ku
Dan memaafkan kesalahan ku

Ibu….
Ampunilah dosa dan salah ku
Karya M.Fajri Bin Syafri Jamka

Mohon cantumkan nama pengarang Jika Anda Mengcopy nya.
Hak cipta di atur dalam Undang-Undang